Jumat, 16 Maret 2012

DAFTAR ASPEK-ASPEK KEHIDUPAN PRIBADI SEORANG KONSELOR

Ini adalah kutipan buku KONSELING, Profesi Yang Menyeluruh oleh Samuel T. Gladding, Prof. Konseling dan Ketua Dept. Konseling Wake Forrest Univesity, menuliskan sebagai berikut bagi pribadi yang mau menjadi konselor:


  • Keingin-tahuan dan kepedulian: minat alami terhadap manusia
  • Kemampuan mendengarkan: mampu menemukan dorongan untuk mendengarkan orang lain
  • Suka berbincang: dapat menikmati percakapan yang berlangsung
  • Empati dan pengertian: kemampuan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan, meskipun orang itu berbeda sekali dengan dirinya
  • Menahan emosi: mampu mengatur berbagai macam jenis perasaan, atau emosi mu;ai dari perasaan marah hingga perasaan senang
  • Intrspeksi: kemampuan untuk mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan pribadi
  • Toleransi keakraban: kemampuan untuk mempertahankan kedekatan emosional
  • Mampu berkuasa: dapat memeganng kekuasaan dengan menjaga jarak tertentu
  • Mampu tertawa: kemampuan melihat kualitas pahit manis dari peristiwa kehidupan dan sisi humor dalamnya
Kepribadian seorang Konselor penting, bahkan sangat krusial dalam menciptakan iklim perubahan klien. Edukasi atau pendidikan tidak dapat merubah karakteristik dasar seseorang. Konselor yang efektif bertumbuh sebagai manusia dan menolong orang lain untuk melakukan al yang sama, baik secara personal maupun global. Konselor yang efektif dan peka terhadap diri sendiri dan orang lain.
Konselor yang efektif mampu bersikap spontan, kreatif, dan berempati.
Kemampuan konselor  untuk bekerja dari perspektif pengalaman emosional yang sudah teratasi, yang membuat seseorang peka terhadap diri sendiri dan orang lain adalah karakter yang disebut Rollo May sebagai penyembuh luka. Hal ini merupakan fenomena paradoks. Individu yang pernah tersakiti dan mampu mengatasi rasa sakit tersebut dan mampu  menolong orang lain yang berjuang mengatasi masalah emosionalnya.
Konselor yang efektif juga adalah orang yang mamu mengintegrasikan ketrampilan dan pengetahuan ilmiah ke dalam kehidupan mereka. Dengan denikian mampu mencapai keseimbangan interpersonal dan kompetensi teknis.
Cormie & Cormier, 1998 menambahkan kualitas konselor yang efektif:
  • Kompetensi Intelektual: keinginan dan kemampuan untuk belajar sekaligus berpikir cepat dan kreatif
  • Energi: kemampuan untuk aktif dan tetap aktif dalam sesi konseling meeslipun melihat jimlah antrian klien cukup banyak
  • Keluwesan: kemampuan beradaptasi dengan apa yang dilakukan klien guna memenuhi kebutuhan klien
  • Dukungan: kemampuan untuk mendorong klien mengambil keputusan sementara membantu menaikkan harapan mereka
  • Niat baik: keinginan untuk membantu klien secara konstruktif, dengan etika meningkatkan kemandirian mereka
  • Kesadaran diri: mengetahui kemampuan diri sendiri, termasuk perilaku, nilai, dan perasaan serta kemampuan untuk mengenali bagaimana dan faktor apa yang saling mepengaruh satu sama lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar